Hujan
meteor adalah munculnya banyak meteor di langit dalam rentang waktu
tertentu sehingga terlihat seperti hujan cahaya. Berkas cahaya tersebut
diakibatkan oleh masuknya benda angkasa ke atmosfer Bumi. Akibat gesekan
dan tekanan di atmosfer, batuan tersebut memanas, berpijar, dan
terbakar di atmosfer. Karena kecepatannya, masing-masing meteor akan
terlihat seperti benang cahaya yang muncul hanya sekedipan mata saja.
Dan karena itu, meteor hanya bisa dinikmati dengan mata telanjang alias
tanpa peralatan khusus seperti binokuler atau teleskop.
Sebuah meteor terekam dalam foto di depan teleskop VLT di observatorium Paranal, Chili. Sumber: eso.org
Saat hujan
meteor Perseids terjadi, kita dapat lihat hingga puluhan meteor setiap
jamnya. Mungkin Anda bertanya-tanya dari manakah asal batu angkasa
sebanyak itu. Suatu hujan meteor terjadi jika dalam orbitnya
mengelilingi Matahari, Bumi memasuki area yang penuh dengan batu dan
debu angkasa. Serpihan batu dan debu itu sebenarnya berasal dari komet
yang pernah melintas sebelumnya. Begitu juga dengan hujan meteor
Perseids ini. Meteor-meteornya berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle,
yang ditemukan pertama kali pada tahun 1862 dan terakhir kali terlihat
dari Bumi pada tahun 1992. Karena posisi serpihan batu dan debu ini
tetap di angkasa, maka peristiwa hujan meteor juga akan terjadi rutin
setiap tahun di sekitar tanggal yang sama.
Rasi Perseus di arah timur laut. Semua meteor akan tampak seolah-olah berasal dari rasi ini. Sumber: iya2009.com
Lantas
bagaimana cara mengamati hujan meteor ini dan kapan waktu terbaik untuk
mengamatinya? Caranya adalah dengan mencari tempat yang memiliki area
langit seluas mungkin, yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan. Dan
akan lebih nyaman lagi jika kita bisa melihat langit sembari berbaring
dengan beralaskan tikar atau karpet atau koran bekas. Waktu terbaik
untuk mengamati hujan meteor adalah setelah tengah malam hingga langit
terang pertanda matahari segera terbit.
Syarat
lainnya adalah tempat pengamatan tidak boleh terlalu terang. Karena
beberapa meteor mungkin akan tampak redup. Sayangnya, tanggal 13 nanti
Bulan akan berada pada fase menjelang purnama, sehingga cahayanya akan
cukup mengganggu pengamatan kita. Tetapi, tentu tidak ada salahnya
mencoba. Maka dari itu, sembari menunggu waktu sahur, mari kita keluar
rumah dan menghitung jumlah meteor yang melintas di langit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar